Saturday, December 22, 2012

Kisah Teman Abdul Wahid bin Zaid

Dalam Al-Wa'dh wa ar-Qaqaiq, Abdul Wahid bin Zaid menceritakan :

Suatu hari aku berkumpul bersama beberapa orang dalam suatu majlis. Kami sedang bersiap untuk keluar berperang menghadapi musuh. Aku telah memerintahkan para sahabatnku agar segera bersiap untuk membacakan beberapa ayat Alquran.” Maka seorang laki-laki segera membaca Q.S. At-Taubah: 111,

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan jannah.” (Q.S. At-Taubah: 111)

Mendengar bacaan tersebut, ada seorang pemuda kira-kira umurnya lima belas tahun dan ayahnya telah meninggal dengan mewariskan harta yang sangat banyak. Pemuda itu berkata, “Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah telah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan jannah?” Aku jawab, “Benar.” Pemuda itu kembali berkata, “Aku bersumpah di hadapanmu bahwa aku telah menjual jiwa dan hartaku dengan jannah.” Segera kukatakan kepadanya, “Wahai sahabat, sesungguhnya tebasan pedang itu sangat kejam sedangkan engkau masih sangat muda. Aku khawatir engkau tidak mampu bersabar dan akhirnya lemah ketika menghadapi ujain itu.”

Si pemuda menjawab, “Wahai Abdul Wahid, sesungguhnya aku telah menjual jiwaku kepada Allah dengan imbalan jannah . dan aku sangat bergembira bahwa aku telah bersumpah kepada Allah dengan sungguh-sungguh untuk menjual diriku kepada-Nya.” Abdul Wahid berkata, ‘Mendengar perkataan pemuda itu terasa jiwa kami telah berubah kerdir dan lalai.’ Kami saling berucap, ‘Anak muda itu mempu berpikir sedangkan kita tidak mampu berpikir.’

Setelah mengucapkan kata-katanya, pemuda itu segera , mengambil seluruh harta yang dia miliki dan diinfakkan semua kecuali seekor kuda dan persenjataan yang dia miliki. Ketika datang waktu keluar berperang pemuda itulah orang yang pertama kali maju untuk berperang. Dia berkata kepadaku, “Assalamu’alaika. Wahai Abdul Wahid.” Aku jawab, “Wa ‘alaika as-salam, wahai orang yang beruntung dalam perniagaan.”

Kami mulai melakukan perjalanan untuk menuju medan perang dan selama itu pula si pemuda selalu memenuhi harinya dengna berpuasa di siang hari serta menegakkan qiyamullail di malam hari. Pemuda tersebut juga yang melayani semua perbekalan kami dan kuda-kuda tunggangan kami. Dia juga yang berjaga ketika kami tidur. Terus menerus pemuda itu melakukan amalnya sampai kami telah bertemu dengan musuh di negeri Romawi.

Di suatu hari kami mendengar dia berujar, “Betapa aku rindu kepada al-Aina al-Mardhiyyah (nama bidadari –pent).” Salah seorang sahabatku berkata, “Mungkin pemuda ini sedang mengalami godaan di dalam dirinya sehingga pikirannya kacau” aku bertanya kepada si pemuda, “Wahai sahabat, apa yang engkau maksud al-Aina al-Mardhiyyah itu?”

Anak muda itu berkata, “Sesungguhnya aku tadi sempat mengantuk dan tertidur sebentar.” Kemudian kulihat seakan-akan ada seseorang yang mendatangiku. Laki-laki itu berkata kepadaku, “Pergilah menuju al-Aina al-Mardhiyyah.” Dia kemudian membawaku menuju sebuah taman yang di dalamnya terdapat sungai yang alirannya terbuat dari air yang tidak berubah bau dan rasanya. Di pinggir sungai itu terdapat sekelompok gadis yang memakai perhiasan yang keindahannya tidak bisa aku kisahkan.

Ketika melihatku para gadis itu menyambutku dengna gembira dan berkata, “Inilah suami al-Aina al-Mardhiyyah!” Segera aku ucapkan salam dan kukatakan, “Asaalamu’alaikunna, apakah salah seorang di antara kalian ada yang bernama al-Aina al-Mardhiyyah?” Para gadis itu berkata, “Tidak ada, akan tetapi ini hanyalah para dayang dan pelayannya maka berjalanlah terus ke depan Anda akan bertemu dengannya.”

Aku segera berlalu ketika tiba-tiba aku lihat sebuah sungai yang alirannya terbuat dari air susu yang tidak akan berubah rasanya. Sungai ini terletak di dalam sebuah taman yang berisi perhiasan yang sangat indah. Di dalam taman itu juga terdapat sekelompok gadis yang kecantikan dan keindahan mereka, segera membuatku terlena. Ketika aku melihat para gadis menerimaku dengan hangat sembari berkata, “Demi Allah, inilah suami al-Aina al-Mardhiyyah.” Aku ucapkan, “Assalamu’alaikunna,” dan aku tanyakan, “Apakah salah seorang di antara kalian ada yang bernama al-Aina al-Mardhiyyah?” Para gadis menjawab, “Wa ‘alaika as-salam, wahai waliyullah, kami hanyalah para pelayannya, maka berjalannlah ke depan.”

Aku terus berlalu, sampai kulihat ada sungai yang alirannya terbuat dari khamar. Di pinggir sungai terdapat sekelompok gadis yang begitu kulihat mereka, aku segera lupa dengan kecantikan dan keindahan para gadis teradhulu. Aku berkata, “Assalamu’alaikunna, adakah di antara kalian yang bernama al-Aina al-Mardhiyyah?” Mereka menjawab, “Tidak ada, akan tetapi kami hanyalah para dayang dan pelayannya, berjalanlah ke depan.”

Aku terus berjalan dan aku temui sebuah sungai yang alirannya terbuat dari madu jernih. Di pinggir sungai terdapat sekelompok gadis yang memancarkan cahaya dan kecantikan sehingga aku lupa dengan kecantikan dan keindahan para gadis terdahulu. Aku berkata, “Assalamu’alaikunna, adakah di antara kalian yang bernama al-Aina al-mardhiyyah?” Mereka menjawab, “Wahai waliyullah, kami ini hanyalah para dayang dan pelayannya, maka berjalanlah ke depan.”

Maka aku ikuti perkataan mereka dan aku terus berjalan sampai aku bertemu dengan sebuah istana yang terbuat dari mutiara putih. Di depan pintu istana tersebut terdapat seorang gadis cantik, dia menggunakan perhiasan yang begitu mempesona sehingga aku tidak bisa menerangkan keindahannya. Ketika melihatku gadis itu tersenyum dan berbicara dengan seseorang, “Wahai al-Aina al-Mardhiyyah, suamimu telah datang.”

Aku bergegas mendekati istana dan ketika sampai di dalam aku lihat al-Aina al-Mardhiyyah sedang duduk di atas ranjang emas. Gadis itu mengenakan mahkota yang terbuat dari permata dan Yaquth (mutiara merah). Begitu melihat gadis tersebut aku segera tergoda dengan keindahan dan kecantikannya. Dia berkata, “Selamat datang, wahai Waliyyurrahman, telah dekat waktu kehadiranmu kepada kami.”

Aku berjalan mendekat untuk memeluknya, akan tetapi gadis itu menolak dengan lembut dan berkata, “Jangan tergesa-gesa, belum tiba waktunya bagimu untuk dapat memelukku. Engkau masih memiliki ruh di dalam jasad, maka berpuasalah esok hari kemudian engkau akan berbuka bersama kami malam harinya, insyaAllah.”

Wahai Abdul Wahid, kemudian aku segera terbangun dan aku tidak sabar untuk segera bertemu dengannya.”

Abdul Wahid berkata, “Belum sempat pemuda itu menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba datang sepasukan musuh menyerang kami. Segera pemuda itu bangun untuk menghadapi serangan dan dia berhasil membunuh sembilan pasukan musuh. Kemudian dialah yang mendapatkan giliran kesepuluh untuk menemui kematian – semoga Allah mencurahkan rahmat kepadanya – segera aku dekati pemuda itu. Kulihat dia bergelimang dengan darah sembari tersenyum sampai ruhnya keluar meninggalkan dunia ini.”

Sumber: Kisah-Kisah Pahlawan Generasi Pilihan, Hilmi bin Muhammad bin Ismail, Wafa Press

Friday, September 14, 2012

Fenomena Usrah


Sekarang kiranya berlaku fenomena usrah yang mula berkembang biak di IPTA dan IPTS. Alhamdulillah dari satu sudut, iaitu kesedaran yg sedang berkembang. Tetapi pencarian ilmu yang berkualiti masih kekurangan. Tidak menyalahkan mana-mana pihak, mungkin terdapat kekangan dalam penyampaian ilmu yang sahih (ilmu yang benar). Kesudahannya kadangkala usrah dibina tanpa ilmu yang benar.
Banyakkan membaca dan menghadiri kelas agama. Nasihat untuk diri sendiri juga. Tidak salah menjadikan usrah sebagai medan menuntut ilmu TETAPI jangan jadikan usrah sebagai KELAS UTAMA. Usrah ialah medan mengikat ukhuwwah dan berkongsi. Usrah juga amatlah penting sebagai medium menyemai benih cinta.
Nasihat untuk ‘kakak-kakak’ usrah, janganlah mudah memberikan fatwa. Fenomena ‘kakak-kakak’ usrah mentafsir ayat Al-Quran tanpa mengetahui asbabun nuzul atau men’tafsir’ mengikut kesedapan hati sangat-sangat membimbangkan. Carilah ilmu dan agama sampai ke liang lahad. Sebarkanlah Ilmu yang benar. Semoga mendapat cinta 1st class!
Nasihat untuk ‘adik-adik’ usrah, janganlah hanya menerima. Carilah ilmu yang sahih. Mengajilah dengan guru yang benar. Sertailah tentera Islam di seluruh dunia. Semoga satu hari nanti adik-adik menjadi kakak-kakak yang jauh lebih hebat.. Semoga mendapat syurga 1st class!
Nasihat untuk diri sendiri :Bila kita sendiri diuji dengan apa yang sering kita dakwahkan, itu petanda Allah sedang mendidik kita agar melaksanakan apa yang kita diperkatakan. Bersyukurlah kerana Allah masih sudi mengingati kita dalam usaha kita mengingatkan manusia!


Mentafsir ayat Al-Quran.

Terdapat 3 kategori tafsiran menurut ‘Mufassirun’ :
  1. At-Tafsir bin Maathur ( iaitu tafsiran ayat al-Quran berdasarkan al-Quran dan Hadis)
  2. At-Tafsir birraayil Mamduh (tafsiran dengan pandangan yang terpuji ). Contoh : tafsir yang dikaitkan dengan ilmu sains hasil penulisan tokoh Islam.
  3. At-Tafsir birrayil Mazmum (tafsiran dengan pandangan yang dilarang agama). Contoh : tafsiran Syi’ah, Islam Liberal dan lain-lain.

p/s : Kala ini keinginan untuk membeli dan membaca tafsir Ibnu Kathir memang sangat membuak-buak. Tapi masih belum punya kelapangan waktu ingin menghabiskan bacaan. Sudahnya, saya membeli handy pocket supaya lebih mudah untuk dibaca dan dibawa ke mana-mana. Buku banyak dibeli, tapi bacanya masih tidak kesempatan. Tamak sungguh. Haih~

Thursday, September 6, 2012

Cinta yang sering diperingatkan.


"Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan : Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?" (Al-Ankabut:2-3).

Allah s.w.t sentiasa mengingatkan saya kepada cintaNya. Tak pernah lekang. Setiap masa, setiap ketika. Dalam macam-macam bentuk. Kadang-kadang dengan kesusahan. Kadang-kadang dengan kesenangan.

Waktu saya sekolah rendah, saya pernah kena culik. Tapi waktu itu memang Allah sayang saya sangat. Dia ingatkan saya tentang diriNya. Dia pilih untuk panjangkan nyawa saya dan selamatkan saya. Allah sentiasa beri yang terbaik utk saya. Tapi waktu itu saya masih tak faham.

Bilamana saya sekolah menengah, saya sangat nakal. Tapi waktu itu pun Allah masih sayang saya sangat. Walaupun saya tidak sungguh2 jawab SPM, Dia tetap letakkan saya di tempat yang baik. Maka saya yakin Allah sentiasa beri yang terbaik untuk saya. Tapi waktu ini saya masih lagi tak faham.

Di alam kolej, lagi sekali saya masih nakal. Waktu itu saya rasakan dilanda ujian yang maha hebat! Tapi Allah masih sayang sangat pada saya. Allah tunjuk sikit-sikit, macam mana mahu kenal Dia. Dengan cara yang sesuai dengan saya. Allah memberikan saya tunjuk ajar dengan cara yang terbaik. Walaupun saya degil, tapi Allah tetap tahu apa yang terbaik untuk saya.

Selepas tamat kolej, saya teringin nak kenal Allah makin dalam. Allah tarik sikit nikmat Dia untuk saya, Allah tak sayang saya dah ke? Tapi saya tahu Allah sayang saya sangat. Jadi akhirnya Dia hantar saya ke tempat yang paling sesuai untuk saya. Sebab Allah kan hebat! Dia sentiasa tahu apa yang terbaik untuk saya. Dia nak saya belajar lagi banyak, bukan setakat sikit2.

Bila masuk universiti, Allah selamatkan saya lagi. Allah hantarkan saya pejuang-pejuang agama. Walaupun kadang-kadang cara mereka tidak sesuai dengan saya, saya doa pada Allah. Supaya Allah bantu saya memberikan pengajaran yang terbaik untuk saya. Sebab saya tahu Allah sayang sangat pada saya. Dan memang Allah terus bagi saya cara yang terbaik untuk saya. Sebab Allah sayang sangat pada saya!

Hasil tarbiyyah Allah mengajar saya untuk tidak bersedih kerana dunia. Selama 22 tahun saya hidup, Allah yang sentiasa bersama saya apa jua keadaan susah atau senang. Kalau apa pun yang Allah beri, saya tahu itu yang terbaik untuk saya. Sebab Allah sayang saya!

Thank you Allah <3





Monday, August 27, 2012

Usaha & Ujian


Sejak kecil kita telah diuji. Dari UPSR, PMR, SPM, dan ujian berterusan sehinggalah kita mati. Ada yang diuji dengan ibu mertua yang mendesak. Ada yang diuji dengan suami ketagihan dadah. Ada yang diuji dengan poligami. Ada yang diuji dengan dihantar ke rumah orang tua. Ada yang diuji dengan tidak berjumpa-jumpa pasangan hidup. Hidup memang penuh dengan ujian bukan?

Setiap kudrat dan usaha kita gunakan untuk melepasi ujian itu. Pilihan di tangan kita. Berusahalah selagi mampu!

TETAPI letakkan harapan kepada Allah S.W.T.

Contohnya dalam urusan mencari pasangan hidup. Kita berusahalah sedaya mampu, tetapi yakinlah Allah sudah menetapkan apa yang terbaik utk kita. Yakini di setiap usaha kita itu adalah untuk mendapat pahala dan keredhaanNya.

Maka apabila gagal mendapatkan apa yang kita mahu, kita tidak jatuh kecewa, sebaliknya rasa bersyukur. Bersyukur kerana kita berjaya meyakini bahawa Allah sudah menetapkan yang terbaik untuk kita. Bersyukur kerana Allah memberikan perhatianNya kepada kita.

Habis, kita tidak perlulah berusaha? kerana semua sudah ditetapkan Allah?

Salah. Kita berusaha kerana ingin mendapatkan cintaNya dan pahala.

Umpama menulis buku. Dari pandangan mata manusia lain kita hanya menulis buku untuk menghasilkan buku. Tetapi hanya Allah yang mengetahui kita sedang menulis untuk membina pemuda-pemuda Islam.

Kadang-kadang pandangan zahir tidak mencapai pandangan batin.

Analoginya, kita mencampak batu ke atas langit, kita berusaha menjadikan batu itu di atas, tetapi batu itu tetap akan jatuh ke bawah. Kerana di dunia ini terdapat perkara yang di dalam kawalan kita, tetapi banyak perkara diluar kawalan kita. Bukan semua perkara di dalam dunia ini, kita boleh meyakini dengan usaha kita, maka kita akan berjaya. kerana kita hanyalah hamba. Seorang hamba, layak untuk diuji pada bila-bila masa.

sedih melihat manusia sekeliling yang berusaha bersungguh2 mencari cinta manusia.. sedangkan sepatutnya manusia lebih berusaha bersungguh-sungguh mencari cinta Allah..




kadang-kadang kita mensalah tafsir nikmat sebagai ujian yang berat.

Sunday, August 12, 2012

cita-cita saya..


"Cita2 sebelum mati? Aku rasa aku belum ada cita2 lagi la.."

Saya tersenyum membaca mesej kawan saya. Saya tersenyum kerana saya tahu dia sedang mencari.. Ya Allah ku mohon kau berikan dia dan juga aku jawapan yang jelas tentang cita-cita kami..

Sebatang pensil diciptakan untuk menulis. Tentulah pensil akan bercita-cita untuk menghasilkan hasil tulisan yang terbaik. Hanya pencipta pensil yang tahu apa tujuan pensil dicipta. Macam itulah manusia. Hanya PENCIPTA manusia yang tahu kenapa manusia diciptakan. Dan tujuan kita diciptakan itulah cita-cita kita.


" Dan (ingatlah) Aku TIDAK menciptakan jin dan manusia MELAINKAN untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu " - (Ad-Dzariyat 51:56)

Allah S.W.T. TIDAK meletakkan ayat, sahaja aku menciptakan manusia untuk mereka menyembah dan beribadah kepadaku. Tetapi Allah S.W.T. menggunakan ayat TIDAK diciptakan manusia MELAINKAN untuk beribadah kepadaNya. Itulah ayat penegasan yang mana menerangkan, manusia ini memang Allah ciptakan untuk beribadah kepada Dia sahaja dan semata2!

Seumur hidup beribadah semata-mata? Biar betul? Takkanlah Allah ciptakan manusia untuk beribadah semata2? Tak makan? Tak minum? Tak tidur? Tak enjoy la mcm ni :(

hehehe..

Makan itu ibadah jika benar niatnya. Minum itu ibadah jika benar niatnya. Tengok movie pon boleh jadi ibadah! Jadilah kita hamba yang diciptakan tidak lain tidak untuk beribadah kepadaNya.

Berbalik kepada soalan cita-cita. Jika pensil diciptakan bercita-cita untuk menghasilkan hasil penulisan yang tercantik dan terbaik, bagaimana pula dengan manusia? Bukankah sepatutnya cita-cita kita adalah menjadi HAMBA yang menghasilkan ibadah yang terbaik? :)

Jadilah kita muslim yang terbaik yang berusaha memuaskan hati Tuannya. Ingatlah hakikat diri kita hanyalah seorang hamba yang diciptakan dan akhirnya akan mati juga. Rugilah kita jika kita masih lagi tercari2 apa yang kita mahu dalam hidup ini. Pakaian tercantik? Fizikal menarik? Rumah terbesar? Cukuplah cinta dan redha Allah yang dicari.

Bagaimana pula kalau kita cuma mahu menjadi orang yang biasa2 sahaja? Cukuplah solat lima waktu, puasa di bulan ramadhan, bayar zakat dan pergi haji bila mampu.

Tetapi persoalannya, cukupkah? Jaminan apa yang kita ada bahawa kita akan berterusan istiqamah mampu hidup 'biasa-biasa'? bagaimana pula dengan anak-anak dan generasi masa hadapan nanti? Jika kita tidak mewujudkan kesedaran untuk menegakkan Islam di muka bumi ini, mahukah nanti kita melihat anak-anak kita diheret ke neraka lantaran sikap ignorant kita?

Dan sampai bila kita boleh bersikap 'biasa-biasa' apabila disekeliling kita akan adanya nanti manusia2 yang mengheret kita untuk lari daripada ibadahNya? itu baru manusia yang mengheret, belum lagi desakan nafsu dan hasutan syaitan yang meleret-leret. Kalau kita tidak bersedia dari awal untuk membina tembok-tembok iman di dalam diri, adakah kita mampu melawan keinginan duniawi?

Jangan laungkan 'aku hanya mau hidup biasa2'. takut2 itu memakan diri sendiri.

Sentiasalah berusaha untuk menjadi iman yg luarbiasa. Walaupun kadang2 rasa tak mampu. Tapi sekurang2nya Allah S.W.T tahu kita berusaha dan tahu sekuat mana usaha kita.

Jangan jadi umat Islam zaman kini yang manja. Jangan bandingkan kita dengan umat Islam zaman kini. Bandingkan diri kita dengan umat Islam terdahulu. Kerana merekalah sebenar-benar Islam! Jika dahulu para sahabat sanggup meninggalkan keluarga, harta, dan pergi menggadai nyawa menegakkan Islam, umat manusia zaman sekarang pergi majlis ilmu pun tak sanggup. alangkah rugi serugi-ruginya.

Kalau di zaman Rasulullah S.A.W. apabila keluar arahan untuk turun berperang, kalau ade sahabat yang tak turun berperang, agak2 Rasulullah S.A.W. nk ckp apa pd dia? Renung2kan :)





Kita Islam sepenuh masa. bukan waktu solat sahaja :)


" Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku dan ibadahku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam " - (Surah Al-An'am 6: Ayat 162)

hebat zaman moden ni, taip ja dekat google search engine, tujuan hidup manusia, terus keluaq jawapan. hehe.. tinggal kita nak terima atau tidak. orang kata hidayah xdatang bergolek. hidayah dah lama datang. kita yang xnak ambik. jangan sampai hidayah xnak datang lagi dah. maka kitalah yang akan menjadi manusia yang rugi.

Kenapa saya hidup? Rasanya sudah berkali2 saya buat entry seperti ini. Untuk apa ulang2? Bosanlah. Kalau pembaca terbaca entry ini, bukan sebab saya yg tulis. Tapi sbb Allah S.W.T yang meletakkan kamu dan saya di sini, untuk mengingatkan kita kembali kenapa kita hidup di muka bumi ini dan apa cita2 kita, sebelum kita mati..

Friday, August 10, 2012

doakan saya jadi anak solehah!

usrah.. program.. usrah.. program.. usrah.. program..

disebabkan jadual sy yg padat akhirnya saya tidak dibenarkan lagi keluar oleh ibu bapa saya yang kerisauan tentang keselamatan anaknya dan faktor kadar jenayah dan sosial yang semakin meningkat menjadikan saya duduk di rumah akhirnya. kebuntuan.

duduk di rumah sambil menjalankan tugasan sebagai surirumah sepenuh masa. dari membasuh, menyidai, melipat, menggosok, menghantar baju, membersihkan dan mencuci pinggan mangkuk periuk belanga, menyapu, mengemop membersihkan rumah - ruangtamu, bilik air, dapur, etc etc etc. habis masa seharian. tidak lupa juga tanggungjawab hamba, menimba ilmu, ibadah khusus dan terutamanya bulan ramadhan.

dan setiap kali ada program yang terlepas hati meronta2 mahu pergi tetapi akal mengatakan tanggungjawabmu utk mematuhi arahan kedua ibu bapamu lebih utama. sementara masih Allah kurniakan kenikmatan waktu inilah luangkan sehabis mungkin untuk berbakti kepada ibu dan ayah. alhamdulillah syukur dikurniakan peluang ini untuk cuba membalas jasa mereka yang tidak pernah dan tidak mungkin terbalas.

kesempatan dan kebuntuan di rumah ini juga memberikan aku ruang waktu untuk berfikir.. apa yg telah aku berjaya sumbangkan untuk ummah setelah lama dan kepenatan berprogram sana sini? berapa banyak negara yang telah berjaya aku tawan? berapa ratus ribu manusia yg telah aku berjaya Islam kan? berapa ramai insan yang berjaya aku sentuh hati mereka?

atau adakah hampir tiada? habis apa yang aku sedang buat di rumah ini?

dan aku mula menyusun semula strategi. umat Islam yang sebenar hanya berehat di syurga nanti!

buntu berada di rumah? itulah kesilapan pemikiran yg pertama. bagaimana aku boleh lupa akan adik2 sendiri yg lebih utama untuk ditarbiyyahkan berbanding orang lain? bagaimana aku boleh terlepas pandang asas sebenar pembinaan bukanlah terus kepada daulah islamiyyah tetapi fardhu muslim dan seterusnya baitul muslim di rumah ku ini?

bagaimana aku boleh terlepas pandang dengan rakan2 yg sangat rapat dengan aku tetapi ketandusan tarbiyyah? bagaimana aku sibuk ingin menyebarkan islam kepada manusia lain sedangkan mereka yang dekat, aku terlepas pandang. terlalu idealistik tetapi tidak mencapai realistik? yang dikendong xdapat, yg dikejar berciciran.

teman-teman maafkan diri ini.. andai terlupa mengajakmu ke ruang cintaNya..

pilihlah sesuatu yang berbaloi, untuk kehidupanmu yang satu ini..


Tuesday, August 7, 2012

purdah part III

hijrahlah bersama hati bukan niqab cuma.

Sedih hati ini tatkala melihat seorang gadis berniqab meng-upload sekeping foto dengan aksi yang kurang 'cantik' untuk tatapan mata lelaki bukan mahram di Facebook, satu laman sosial yang cukup terkenal. Pedih kembali apabila mengingatkan diri ini yang hanya bisa menatap matanya yang galak dan bundar kerana wajahnya ditutupi itu juga tidak mempunyai jalinan 'friend' dengannya, apatah lagi yang lain. Terutamanya kaum Adam yang mungkin tidak semua menguatkan hati agar menundukkan pandangan daripada terus menatap mata cantik itu.
Namun diri ini tetap tidak bisa menghitung niatnya. Mungkin dia masih muda. Harus ditunjuk mana jalan yang mesti diambil. Harusnya kita yang melihat mesti menegur. Bukan silap dia terus begitu. Silap kita yang tidak berpesan. Hanya mudah dengan terus 'berbunyi' di belakang. Tolong, yang melihat jangan begitu cepat menghukum. Fahami mereka. Selami hati mereka. Dan tunjuki apa yang benar. Dengan penuh kasih terhadap saudara seakidah. Maka dengan itu, bingkisan ini kucoretkan khusus buatmu. Muslimahku sayang, dengarkan...
Tatkala mengambil kata putus untuk berniqab maka "Jangan Main-Main"
Sebetulnya, bukan untuk mereka yang berniqab sahaja. Bertudung labuh juga begitu. Berniqablah, ramai yang mahu menyokong dari belakang. Namun ingat, apabila kita memilih untuk memakai sebegini, orang-orang di sekeliling mempunyai high expectation terhadap kita. Apa yang betul dilakukan kelihatan biasa. Namun apabila sedikit yang silap, itu yang lebih besar terlihat. Kerana memang namanya manusia, ada yang hanya memandang sekelumit kesilapan dan keaiban berbanding memperbesar kelebihan dan kebaikan.
Bukanlah bermakna kita harus mengaut segala pandangan manusia agar segalanya dilihat tinggi pada kita. Bukan, sayang. Maksudku di sini, kita mesti berjaga-jaga terhadap diri sendiri. Kerana apabila memakai niqab dan tudung labuh begini, kita membawa bersama maruah Islam. Ya, maruah Islam. Take it seriously, my love. Memetik kata-kata Phua Chu Kang, "Don't play play." Jangan main-main.
Ini bukan soal mahu terlihat hanya diri kita yang baik bersama penampilan, tetapi juga mahu dunia melihat Islam yang tinggi dan indah nilainya! Jadilah muslimah yang meninggikan Islam. Bukan makin menjatuhkan.
Akhlak mesti dijaga. Kerana itu buah amal dan iman. Juga mengelak fitnah. Apabila hanya segelintir yang tidak begitu menjaga akhlak sejajar dengan cara pemakaiannya, ada manusia yang kurang memahami mula berbunyi...
"Saya tak bertudung. Bertudung labuh mana pun orang tu bukan baik sangat. Trust me. Saya dah pernah jumpa. Yang penting hati..."
"Apa la pompuan ni. Berniqab tapi gambar dekat Facebook dia, Astarghfirullah ...Wei, tak payah pakai niqab lah wei..."
"Ala, yang berniqab semua tu bukan cantik sangat pun, perasan banyak. Melebih je semua tu, dah macam ninja dah aku tengok. Ceitt. Blah la"
Bukan semua orang mahu faham kita yang begini tidak semestinya terlihat sempurna tetapi kitalah sendiri harus menjaga sedaya mungkin! Tidak boleh tidak. Mesti.
Ustaz Pahrol Mohd Juoi mengatakan bahawa tudung wanita itu terbahagi kepada empat. Tudung pada wajah yang tidak mengundang fitnah dan kecantikannya hanya khusus buat suami bukan buat lelaki ajnabi atau bukan mahram. Tudung pada mata yang tidak memandang lelaki lain selain mahramnya kerana solehah yang hakiki itu tidak dipandang dan tidak memandang. Tudung pada suara yang tidak dilunakkan dengan tujuan memikat dan mempersona. Tudung pada hati yang tulus mengingati Allah dengan sentiasa berzikir.
Muslimahku sayang, apabila ini yang dijaga maka yang lain pasti turut terjaga. Pergaulan antara lelaki dan perempuan yang terjaga dengan tidak melampaui batasan syariat. Anggota yang terjaga kerana peringatan sepi daripada tudung itu sendiri supaya menghindari maksiat. Hati yang terjaga daripada dicemari rasa riak dan takbur.
Sememangnya perempuan berniqab dan bertudung labuh ini baik. Baik dengan erti kata sebenarnya. Akhlak mengikut apa yang diajar Islam. Usah jadikan diri kita pemangsa kepada mereka yang begitu menjaga turut terkena tempias menjadi mangsa. Fitnah terjadi. Fitnah terhadap mereka yang berniqab dan bertudung labuh. Kasihan.
Namun, tidaklah pula bermakna harus menukar meter tudung menjadi semakin pendek kerana bimbang diri hanya membawa fitnah. Malah seharusnya hati semakin nekad memperbaiki dan menjaga akhlak dan bunga iman. Begitu, sayang. Apabila punya keazaman sebegitu maka diri telah pun membuka langkah menuju kebaikan.
Sayangku, jangan memilih memakai begini kerana lelaki.
Bertudunglah seperti yang diri mahu. Asal sahaja tudung itu tetap dilabuhkan menutupi dada. Tetap bertudung mengikut syariat bersama niqabmu. Namun awas pada hati sendiri, sayang. Jagalah ia selalu. Perhatikanlah ia sentiasa. Kerana dalam kegigihan kita melakukan kebaikan, syaitan itu juga tetap gigih berusaha membisik halus tanpa diri sedari.
Tiap kali melangkah keluar dari rumah, luruskan niat bahawa aku memakai begini hanya kerana Allah. Bukan untuk mendamba pujian dan hati lelaki. Bukan mahu menunjuk aku sekarang telah berubah menjadi lebih baik berbanding dahulu. Bukan mahu mengatakan, "Wahai Adam, lihatlah. Akulah wanita yang paling solehah. Moga sahaja kau jatuh cinta padaku".
Apabila itu yang terlintas, fikirlah apakah itu juga yang dipandang Allah? Tidak, sayang! Dia hanya ingin melihat ketulusan dan keikhlasan niat hatimu untuk berhijrah keranaNya. Apabila hatimu terdetik berhijrah kerana yang lain, hitunglah apakah amalan ini juga terhitung di sisiNya. Apabila diri memilih untuk memakai begini, jagalah niat itu sentiasa. Usah biarkan amalan kebaikan hangus rentung menjadi abu hanya kerana niat yang terpesong. Istighfarlah sentiasa. Kerana sememangnya kita manusia yang pelupa dan berdosa.
Utamakan yang lebih penting daripada yang penting.
Sayangku, pakailah niqab andai diri mahu. Perkara baik tiada siapa menghalang. Namun ingat, sayang, lihatlah yang lebih penting daripada keinginanmu untuk menutup muka bersama secebis kain indah itu. Mahu menjadi baik tidak semestinya dengan berniqab namun berniqablah andai itu benar menjadi motivasi buat diri untuk menjalani perubahan ke arah yang lebih baik. Walau begitu, tetap diri ini suka untuk mengingatkan kita bersama agar melihat perkara yang lebih utama berbanding perkara yang menjadi isu khilaf. Lihatlah yang lebih penting.
Lihatlah solat lima waktu kita. Apakah berusaha didirikan awal waktu seperti mana usaha keinginan untuk berniqab? Apakah terhafal sudah rukun-rukun serta syarat-syarat sah solat? Apakah solat itu cuba diri hayati supaya lebih khusyuk? Apakah bacaan solat itu diri fahami maknanya? Apakah solat itu bisa membuatkan diri merasa terlalu dekat dengan Allah?
Lihatlah hubungan yang terjalin antara manusia. Apakah ada api permusuhan yang belum terpadam? Apakah hati sering berprasangka buruk terhadap orang lain? Apakah hati dibisik iri dan dengki akan kejayaan dan kebahagiaan orang lain? Apakah diri ringan membantu tatkala sahabat memerlukan pertolongan? Apakah hati itu sentiasa diingatkan agar sering bersangka baik dengan manusia tiap ketika?
Lihatlah akhlak dalam diri. Nilailah dan hisablah diri sehari-hari. Apakah hati sentiasa diingatkan agar sentiasa ikhlas dalam melakukan amalan? Apakah hati itu dididik untuk menyemai rasa rindu terhadap Rasulullah dengan sunnah Baginda? Apakah diri diajar untuk tekad dalam menimba ilmu daripada melayan cinta manusia? Apakah hati sentiasa ditiup bayu semangat tabah dan gigih dalam menjalani ujian daripada Allah?
Sayang, lihatlah yang ini terlebih dahulu berbanding niqab. Kerana kewajipan ini lebih dituntut. Jadilah muslimah yang bijak menentukan perkara yang paling penting dalam kehidupan. Jadilah muslimah yang bijak dengan melakukan perkara yang dirasakan penting tetapi tetap mengutamakan perkara yang lebih penting. Maka sayangku, ini lebih baik.
Mengapa mesti pandai mengutamakan hal yang lebih penting daripada yang penting? Andai kita sebenarnya mengetahui mentaati ibu bapa itu lebih dituntut daripada pemakaian niqab, maka tiada yang keliru dalam permasalahan "mak ayah saya tak bagi saya berniqab". Pilih ibu bapa berbanding niqab. Kerana taat ibu bapa itu wajib dan berniqab itu hanya sebahagian isu khilaf. Jelas, sayang?
Andai kita muslimah yang berniqab maka usah dipandang rendah kepada mereka yang memakai pashmina. Andai kita memakai tudung labuh maka jangan merasa lebih baik berbanding mereka yang memakai tudung melilit. Masih sehingga kini diri tiada mengetahui bagaimana pandanganNya. Kerana Dia lebih arif akan hati dan niat kita lebih daripada meter tudung itu. Takutlah pada hati sendiri yang suka menilai manusia dalam diam. Sehingga wujud rasa ujub terhadap diri sendiri.
Apabila benar niat kerana Allah dan tahu mengapa diri memilih memakai begini, percayalah itu yang akan memberi kekuatan berterusan. Walaupun ramai yang memandang serong. Walaupun ramai cuba menyalah anggap. Walaupun ramai melihat diri sebagai 'kamu-orang-pelik-ewww'. Kerana pemakaian hanya diniatkan kerana Allah. Sedikit pun kata-kata manusia tidak akan memberi kesan kepada hati seandainya benar ikhlas. Right? So, just go with what you're doing now, my love!
Andai terasa lemah, renung kembali niat dalam hati. Apakah benar di jalannya. Jangan pernah putus harapan dalam memperbaiki diri dan mengejar kebaikan. Kerana itu semua tidak akan datang tanpa keinginan yang kuat dan hati yang gigih menghadapi ujian! Contohilah Ummul Mukminin. Contohi peribadi mereka dan jadikan ia semangat buat diri untuk terus melangkah dalam mendidik hati menjadi muslimah sejati. Terus kuat, sayang!
Sayangku, pakailah dan hiasi bersamanya dengan ilmu dan akhlak.
Pakailah niqab itu. Pakailah tudung labuh itu. Pakailah pakaian yang menutup aurat mengikut garisan Islam. Andai pandai menyentuh isu kahwin tidak perlu menjadi begitu sempurna tetapi usaha itu mesti ada, begitu juga soal ini. Tidak perlu menunggu diri menjadi sempurna pada tiap sudut inci seperti meter kainnya, tetapi tekadkanlah jua dalam hati keazaman dan keinginan menjadi lebih baik. Bersama ilmu dan akhlak.
Yang kurang benar kelihatannya apabila dipakai tanpa ilmu dan keazaman pembaikan akhlak. Itu yang akhirnya mula terjadi fitnah kepada pemakai niqab dan tudung labuh. Kerana itu niat amat dititikberatkan. Apabila niat benar, tindakan yang diambil juga benar. Apabila niat ingin memakai niqab sebagai dorongan menjadi lebih baik, maka diri akan berusaha walau bagaimana cara sekalipun untuk menjadi muslimah yang terbaik! Apabila niat asal terpesong maka itu yang dibimbangi apabila hati mula menurut nafsu. Jadikan niqab sebagai dorongan untuk menjadikan diri lebih baik. That's the best. Namun, andai diri bukan daripada kalanganniqabis, it's alright dear. Kita semua sama sahaja. Kerana tetap sahaja taqwa itu menjadi pembeza. Dan tetap sahaja yang istimewa itu buat muslimah yang menjaga auratnya.
Jaga akhlak. Jaga akhlak. Dan jaga akhlak. Kerana manusia tidak akan bertanya, "Tinggi manakah ilmu yang ukhti miliki?" tetapi manusia akan mula menilai melalui peribadi. Akhlak. Yes, exactly my love. Akhlak hasil daripada ilmu yang dimiliki. Tuntutlah ilmu yang benar dan secara sendiri ia akan dimanifestasikan dalam akhlak yang juga benar. Kerana ilmu itu berperanan mewujudkan perasaan khauf atau takut kepada Allah sehingga melahirkan akhlak yang baik. Biarlah qudwah itu bersama akhlak dan tudung.
Tidak semestinya berniqab lebih baik daripada yang memakai pashmina. Tidak semestinya yang bertudung labuh lebih baik daripada tudung melilit. Tidak semestinya yang memakai tudung melilit lebih baik daripada yang berniqab. Tidak semestinya mereka yang memakai pashmina lebih baik daripada yang bertudung labuh. Kerana? Kerana tinggalkanlah itu semua kepada rahsia penilaian Allah.
Dan kerana setiap daripada kita punya peluang berubah ke arah kebaikan selagi nafas masih terhela. Jangan persiakannya. Maka sayangku, genggamlah jemari sahabatmu yang lain dan bantu. Sebarkan kecintaan terhadap sesama muslimah. Padamkan segala prasangka andai ada ternyala.
Jadi baik itu bukan diukur pada tudung. Jadi baik itu adalah pada hati yang ikhlas. Namun tudung mengikut syariat itu tetap wajib. Jalankan walaupun ada yang terasa payah! Kerana percayalah tudung itu akan mula menjernihkan hati yang kotor. Mendorong hati dan keyakinan ke arah jalan cahaya. Believe me!

http://www.iluvislam.com/tazkirah/dakwah/4836-hijrahlah-bersama-hati-bukan-niqab-cuma.html

Sunday, July 15, 2012

Islam Pilihanku :)


Wardina Safiyyah kata, kalau kita nak jadi baik, Allah akan datangkan orang-orang yang baik disekeliling kita.. Bagi pembaca yg berjaya menyelesaikan bacaan post ini, syabas! Kalian berjaya membaca antara titik penting dalam hidup seorang hamba Allah.. Kisah ini hanyalah salah satu dari berbagai2 kisah cinta yg telah Allah aturkan untuk hambaNya..

Duduklah berdekatan dengan orang yang baik2.. Kerana di sekeliling orang yang baik2 itu ada malaikat-malaikat yang menyukainya.. Mudah-mudahan malaikat-malaikat itu juga mendoakanmu..

cerita hari ini mungkin panjang sedikit.. sbb teringin untuk bercerita..

Sebenarnya adalah tidak molek andai seorang hamba membuka aibnya sendiri setelah Allah S.W.T menutup aibnya.. Tetapi hari ini cerita ini ditulis dengan harapan para pembaca dapat mengambil iktibar dan insyaAllah mungkin dijadikan semangat bagi yg perlu.. huhu

Antara fasa perubahan penting yang saya lalui sepanjang 20tahun kehidupan ialah pada tahun 2010.. Ketika mana saya menyertai Friendly Comparative Religion (FRC).. FCR membuka mata saya, bukan sahaja utk belajar menjawab persoalan kepada non muslim, tetapi sebenarnya lebih banyak menjawab persoalan kepada diri sendiri..

Sebelum fasa ini, sy adalah kebanyakan tipikal Muslim di Malaysia.. Di sini ingin saya tegaskan, sy bukan jenis orang yg lahir2 sudah pakai tudung labuh.. huhu.. Maksudnya setiap yg sy lalui di dlm hidup ini boleh saya bahagikan kepada beberapa fasa.. Sebelum berjumpa dengan titik point perubahan ini, sy hanyalah Islam warisan.. Solat sebab kena suruh mak ayah.. Pergaulan rakan sebaya yang tidak berapa menjaga batas2.. Pakai tudung sebab kena suruh mak ayah.. problematic muslim?

Waktu itu terdapat satu perasaan yg seolah2 ada penghalang dgn Allah.. Sukar memohon doa.. Seolah-olah dilupakan langsung.. hidup rasa hanya mahukan kegembiraan dan kesenangan.. Berdoa hanyalah selepas solat.. Itu pon kalau rajin.. Mengaji kadang2.. Bukan tiada yang cuba menasihati.. Ahli rumah sy pada wktu itu kaki surau, acapkali menegur dan cuba mendekati tapi simply i have my own life..

FCR membuktikan kepada saya Islam adalah agama yang sangat sempurna! Bukanlah selama ini sy tidak tahu dan tidak belajar di sekolah.. tetapi alhamdulillah, Allah menjadikan FCR sebagai wasilah untuk mengetuk pintu hati saya. Daripada tahu kepada mahu.

FCR mengajar sy mempersoalkan kembali hakikat ibadah dan hakikat seorang hamba. Kenapa sy perlu memakai tudung? kenapa sy solat? betul ke Nabi Muhammad itu nabi? betul ke al-Quran itu ayat Allah? betul ke Kristian tu sesat? Mungkin agama lain ada yang benar? banyak persoalan utk sy sendiri yg terjawab. sy rasa dengan join FCR sy telah berjaya membetulkan akidah saya. Bermula dari saat itu sy mula belajar semula tentang ISLAM.

tetapi FCR hanya mengajar saya benda2 rasional. maksudnya sangat tepat! itu adalah point PEMANTAPAN AKIDAH dalam hidup saya. Percaya sungguh2 Islam itu agama yang benar. Saya mula giat menyertai dakwah. Mengikuti program perbahasan agama di merata tempat. Pengalaman memasuki gereja-gereja pergi ke program-program, mendengar dari luar skop Islam. Membantu menerangkan tentang Islam kepada pengikut2 agama lain. Sebenarnya mengingatkan diri sendiri tentang kebenaran dan kebesaran Allah S.W.T..

Dalam masa yang sama, sy lebih menghabiskan masa aku utk mengkaji Islam pada fasa ini. Semakin banyak yang sy belajar, semakin hati tertarik. sejarah Islam. sirah Rasulullah S.A.W. solat yang sahih. perbezaan mazhab, semuanya sy kaji.. Kalau boleh sy nak Islam yg betul. bukan lagi Islam warisan tetapi Islam pilihan. Jadi saya mencari. sungguh2.. Andai Islam bukan agama yang benar, kenapa sy nak masuk Islam?

Sepanjang perjalanan mengutip mutiara2 ilmu ini, saya amat mementingkan ketulenan ilmu tersebut. Contohnya, sebolehnya sanad dan perawi yg kuat. lebih peka terhadap hadis2 palsu. Ilmu ini saya pelajari dari FCR. Ilmu ketepatan dan rasional dan belajar membuat pilihan.

Bila sampai di bumi Mesir, sy terus mencari2 ilmu Islam.. SubhanAllah hebatnya di Mesir, sy saya merasakan sy melalui satu lagi fasa dalam kehidupan. Daripada mempercayai Islam itu agama yang benar, saya masuk ke fasa seterusnya, iaitu CINTA.. Ya saya jatuh cinta dengan Nabi Muhammad S.A.W. Yang mana satu masa dahulu xpernah sy terbayangkan, terdapatnya cinta yang lebih agung dari cinta manusia. yang lebih indah

Selepas melalui fasa pemantapan akidah, akhirnya menjejakkan kaki di fasa CINTA. Pada detik ini, saya mula labuhkan tudung yang saya pakai. mencuba untuk menjadi lebih baik. Di tahap ini, saya bukan lagi mahu mengelakkan yg haram tetapi cuba mengejar cinta dan redha Allah. di fasa ini, saya tidak kisah lagi pandangan manusia. Di fasa ini, saya sentiasa cuba utk memperbaiki diri untuk Allah S.W.T.. Bukan lagi di tahap mencukupkan apa yg syarat, tetapi di tahap meningkatkan apa yg sunnah.

Tetapi perjuangan ini masih lagi panjang. sampai sini dahulu coretan kali ini.

Seandainya suatu hari nanti, kamu mengetahui kisah hidup saya yang lama, janganlah kamu merasa dirimu ditipu atau tertipu. Kerana sudah sy pertegaskan di sini, sy bukanlah seorang yang baik sejak dahulu. tetapi kini sy cuba untuk menjadi orang yg lebih baik. mungkin kadangkala sy akan terjatuh atau tersilap. Maka ketahuilah saya hanya wanita biasa yang sangat banyak kekurangan, yang sangat jauh dari sempurna..

andai Allah S.W.T menghantar pejuang2 agamaNya di setiap pelusuk dunia, kenapa kita tidak mahu cuba utk jadi sebahagian dari pejuang agamaNya?

jauh sekali dari sifat 'perfect', saya hanyalah seorang hamba yang masih mencari.. dan saya akan terus mencari kesempurnaan cinta hakiki..

salam perubahan :)


Friday, July 13, 2012

hijrah :)


pengalaman empat tahun lepas untuk mengambil lesen kereta yang masih tidak selesai akhirnya menyebabkan lesen tamat tempoh. maka semuanya perlu di ulang semula dari mendengar ceramah dan praktikal.

dan sebenarnya saya sgt culas. culas mahu ambil lesen kereta. kerana yang mengajar sangat garang. jadi saya asyik menangguh2. sehingga empat tahun. satu tempoh yang lama.

tapi akhirnya saya gagahi jugak untuk mengambil lesen kereta semula. kerana saya fikir, sampai bila saya mahu mengelak? ini adalah tarbiah utk sy. umat Islam harus cemerlang. umat Islam harus bersedia walau apa jua keadaan dan diletakkan di posisi mana sekali pun. jadi takkan saya mahu mengalah hanya disebabkan seseorang yang garang?

hari pertama saya memegang stereng sambil berdoa,

Ya Allah, sahaja aku membuat perubahan ini keranaMu.. lembutkanlah hati yang mengajarku.. tenangkanlah hatinya.. bantulah diriku.. hanya kepada Engkau tempat aku memohon pertolongan..


Sebaik-baik waktumu adalah saat-saat dimana engkau menyedari akan keperluanmu kepada Allah dan kerananya engkau pun kembali mengakui akan kerendahan dirimu dihadapanNya..

dan alhamdulillah.. doakan saya ;)

Monday, May 28, 2012

Training for the Trainer Course

alhamdulillah.. selesai sudah kertas essei tadi.. alhamdulillah walaupun banyak yang er.. tapi apa2 pun selepas berusaha, segalaNya diserahkan kepada Allah S.W.T :)

malam ini perlu rehat sebentar sambil update blog. peperiksaan seterusnya adalah lusa. dan akan menjadi kertas akhir untuk semester ini insyaAllah..

dan semua orang sibuk tertanya2 kenapa sy mahu tukar tarikh tiket. saya hanya menjawab, ada kursus. ramai yang sangka kursus kahwin? owh tidak. haha. ya kursus ini memang sangat penting untuk saya. tapi sampai sekarang saya masih belum berjaya tukar tarikh tiket.. siapa sudi tolong, boleh la tolong inbox saya :(

insyaAllah doakan saya berjaya..

Jumaat 1/6/2012
03.00pm - 05.00pm Registration
05.00pm - 07.00pm Video – Introduction to International Speaker
07.00pm - 09.00pm Solat & Dinner
09.00pm - 11.00pm Introduction
11.00pm End of Day 1

Sabtu 2/6/2012
08.00am - 09.00am Recap & Sharing Session 1
09.00am - 10.30am Technique of Public Speaking
10.30am - 11.00am Break
11.00am - 01.00pm Technique of Q&A
01.00pm - 02.30pm Solat & Lunch
02.30pm - 04.30pm Video Analysis
04.30pm - 05.00pm Solat & Tea
05.00pm - 07.00pm Activity 1: LDK – Projects by FCR Alumni
07.00pm - 09.00pm Solat & Dinner
09.00pm - 11.00pm Activity 2: Public Speaking – Practical
11.00pm End of Day 2

Ahad 3/6/2012
08.00am - 09.00am Recap & Sharing Session 2
09.00am - 10.30am Introduction to Causes of Misconception
10.30am - 11.00am Break
11.00am - 01.00pm Introduction to Ethics of Disagreement
01.00pm - 02.30pm Solat & Lunch
02.30pm - 04.00pm Principle of Usul Fiqh
04.00pm - 04.30pm Who are Ahlul Kitab?
04.30pm - 05.00pm Solat & Tea
05.00pm - 07.00pm Activity 3: LDK – Case Study
07.00pm - 09.00pm Solat & Dinner
09.00pm - 11.00pm Activity 4: Answering Questions – Practical
11.00pm End of Day 3

Isnin 4/6/2012
08.00am - 09.00am Recap & Sharing Session 3
09.00am - 10.30am Islam and Culture
10.30am - 11.00am Break
11.00am - 01.00pm Jihad and the Spread of Islam
01.00pm - 02.30pm Solat & Lunch
02.30pm - 03.30pm Steps in Dakwah and Dialogue
03.30pm - 05.00pm Logic Based Answer
05.00pm - 05.30pm Solat & Tea
05.30pm - 07.00pm Activity 5: LDK – Presenting Islam
07.00pm - 09.00pm Dinner & Solat
09.00pm - 11.00pm Activity 6: Debate – Islam vs Christian & Atheist
11.00pm End of Day 4

Selasa 5/6/2012
08.00am - 09.00am Recap & Sharing Session 4
09.00am - 10.30am Bhagavad Gita
10.30am - 11.00am Break
11.00am - 01.00pm Authenticity of the Bible?
01.00pm - 02.30pm Lunch & Solat
02.30pm - 04.00pm Q&A
04.00pm - 05.00pm Closing
05.00pm End of Day 5


Image Detail

Monday, May 21, 2012

exam part 1

berkecamuk. haha masa akhir ini baru berkecamuk. rasakan. siapa suruh xstudy dari awal :P

membaca blog orang lain membuatkan saya berfikiran tenang sedikit. oh rupanya masih ada orang normal seperti saya. yang sekarang sedang sibuk menelaah dek penangan last minute! rasakan!

Image Detail


tapi saya dapat rasakan entry ini seperti tidak berapa waras.

dan fikiran saya sudah sampai di malaysia. angan-angan sudah melangkau 2 minggu kehadapan. ya! 2 minggu lagi insyaAllah saya akan balik! i'm going to smell malaysia~!

terlalu banyak yang perlu diselesaikan sebelum pulang. kerja2 taklifan yang belum tertunai. shopping. tempah baju. beli kain. etc. etc. waktu inilah semuanya terkeluar.

dan saya benar2 berharap dapat menukar tarikh tiket daripada 3hb kepada 1hb jun.

insyaAllah ingin ke 'training khas' FCR.. haaa doakan saya dapat tukar tiket!!!


Image Detail



Sunday, May 20, 2012

20 usul oleh Hasan Al-Banna

1. Islam adalah satu sistem yang bersepadu mencakupi seluruh aspek kehidupan. Islam adalah negara dan tanahair atau kerajaan dan rakyat. Islam adalah akhlak dan kekuatan atau rahmat dan keadilan. Islam adalah pengetahuan dan undang-undang atau ilmu dan kehakiman. Islam adalah benda dan harta atau pendapatan dan kekayaan. Islam adalah jihad dan dakwah atau tentera dan gagasan. Selain itu Islam juga adalah akidah yang sejahtera dan ibadah yang sahih.
2. Al-Quran al-Karim dan sunnah yang suci adalah rujukan setiap muslim untuk memahami hukum-hakam Islam. Al-Quran perlu difahami menurut kaedah bahasa Arab tanpa mengada-adakan atau keterlaluan. Sementara sunnah pula perlu difahami melalui ahli hadis yang dipercayai.
3. Iman yang benar, ibadat yang sahih dan mujahadah mengandungi cahaya dan kemanisan yang diberikan Allah ke dalam hati hambaNya yang dikehendaki. Namun ilham, lintasan hati, kasyaf dan mimpi bukanlah dalil hukum syarak dan tidak diambil kira kecuali jika tidak bercanggah dengan hukum-hukum dan nas-nas agama.
4. Tangkal, jampi, kulit kerang yang dijadikan pendinding, menilik dengan cara melukis di pasir, tenung nasib, sihir dan dakwaan mengaku mengetahui perkara ghaib, semua ini adalah amalan sesat yang wajib diperangi, kecuali jampi yang menggunakan ayat al-Quran atau hadis yang ma’thur.
5. Pendapat imam atau wakilnya dalam perkara yang tiada nas ataupun nas tersebut mempunyai pelbagai maksud dan dalam soal masalih mursalah (kepentingan umum) boleh dilaksanakan selagi tidak bertentangan dengan asas syarak. Pendapat ini mungkin berubah mengikut keadaan, budaya dan adat. Asas dalam soal ibadat ialah pengabdian (ta’abbud) tanpa perlu melihat kepada maksud. Sementara dalam soal yang lain ia perlu melihat kepada sebab, hikmah dan maksud.
6. Kata-kata manusia boleh diterima dan boleh ditolak kecuali kata-kata manusia yang maksum iaitu Nabi s.a.w. Segala yang datang daripada generasi silam yang diredai Allah jika bertepatan dengan kitab dan sunnah kita akan terima. Jika tidak kitab Allah dan sunnah rasulNya lebih utama untuk diikut. Walau bagaimanapun kita tidak akan mengecam atau mengkritik mana-mana individu yang tidak sependapat. Kita serahkan kepada niat mereka.Mereka telahpun menyampaikan apa yang telah mereka kemukakan..
7. Setiap orang Islam yang masih belum mencapai tahap ahli nadzar iaitu dapat mengkaji dalil-dalil hukum dalam masalah furu’ hendaklah mengikut salah satu imam dalam agama ini. Namun demikian adalah lebih baik selain mengikut dia berusaha sedaya upaya untuk memahami dalil-dalil tersebut. Dia juga perlu menerima segala tunjuk ajar yang disertakan dengan dalil setelah dipastikan orang yang menunjuk ajar itu adalah orang yang berkebolehan dan berkelayakan. Jika dia memang adalah ahli ilmu dia hendaklah mengatasi kelemahannya dalam bidang ilmu supaya dia mampu mencapai tahap yang membolehkan dia mengkaji.
8. Perbezaan pendapat fikah dalam soal yang kecil tidak sepatutnya menjadi sebab untuk berpecah. Perbezaan pendapat ini tidak sepatutnya menimbulkan permusuhan dan persengketaan kerana setiap mujtahid akan mendapat pahalanya. Namun tidak salah untuk membuat kajian ilmiah dalam masalah-masalah yang dipertikaikan selagimana ia dilakukan dalam suasana penuh kemesraan dan saling bekerjasama untuk mencari kebenaran. Dengan syarat ia tidak menimbulkan perselisihan yang tidak diingini dan budaya taksub.
9. Setiap masalah yang tidak membuahkan amalan tidak perlu dibincangkan secara mendalam kerana tindakan itu dianggap membebankan diri yang dilarang oleh syarak. Ini termasuklah tindakan mencambah hukum-hakam yang masih belum berlaku, mengkaji maksud ayat-ayat al-Quran yang masih belum dicapai oleh sains, berbincang mengenai kemuliaan seorang sahabat berbanding sahabat yang lain dan persengketaan yang berlaku di kalangan mereka. Setiap sahabat ada kelebihan mereka sebagai seorang sahabat nabi dan mereka akan mendapat pahala bergantung kepada niat mereka. Begitu juga dengan takwil yang dibenarkan.
10. Mengenali, mengesakan dan mensucikan Allah Taala adalah akidah Islam yang paling suci. Semua ayat dan hadis sahih yang menyebut tentang sifat Allah dan apa sahaja yang berkenaan dengannya kita yakini sepertimana yang disebutkan itu tanpa kita tafsirkan mengikut kehendak kita atau kita tolak sama sekali. Kita tidak akan libatkan diri kita dalam perselisihan pendapat di kalangan ulama. Kita sepatutnya meniru sikap yang ditunjukkan oleh Rasulullah s.a.w. dan para sahabat baginda.
Dan orang-orang yang tetap teguh serta mendalam pengetahuannya dalam ilmu-ilmu agama, berkata: Kami beriman kepadanya, semuanya itu datangnya dari sisi Tuhan kami. (Aali Imran: 7)
11. Setiap amalan bid‘ah yang dimasukkan ke dalam agama Allah dan tidak berasas (diamalkan oleh manusia kerana mengikut selera mereka sama ada mereka menokok tambah atau mengabaikannya) adalah sesat dan perlu diperangi serta dihapuskan dengan cara yang terbaik dan tidak membawa kepada keadaan yang lebih buruk.
12. Bid‘ah yang dilakukan dengan cara menambah ataupun meninggalkan atau beriltizam dengan mengamalkan sesuatu ibadat merupakan masalah perbezaan pendapat dari sudut fikah. Masing-masing mempunyai pendapat yang tersendiri. Namun tidak salah untuk mencari kebenaran dengan berpandukan dalil dan bukti.
13. Mengasihi, menghormati dan memuji orang-orang yang soleh kerana amalan baik yang mereka lakukan adalah suatu amalan mendekatkan diri dengan Allah Taala. Apa yang dimaksudkan dengan wali ialah mereka yang disebutkan oleh firman Allah:
(Wali-wali Allah itu ialah) orang-orang yang beriman serta mereka pula sentiasa bertaqwa. (Yunus: 63)
Karamah berlaku pada mereka dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh syarak. Namun perlu diyakini mereka yang diredai oleh Allah ini tidak mampu mendatangkan kemudaratan dan kemanfaatan untuk diri mereka sendiri ketika hayat mereka dan juga setelah kematian mereka, apatah lagi untuk melakukannya kepada orang lain.
14. Menziarahi kubur adalah sunnah dan disyariatkan dengan cara yang dinyatakan oleh sunnah. Walaupun bagaimanapun meminta bantuan ahli kubur walau siapapun mereka atau menyeru nama mereka atau meminta sesuatu hajat daripada mereka dari dekat atau jauh atau bernazar untuk mereka atau membuat binaan atas kubur atau menyelimutkan kubur atau memasang lampu di kubur atau menyentuh dan mengucup kubur itu atau bersumpah dengan nama yang lain daripada nama Allah atau apa sahaja bid‘ah yang berkenaan dengannya adalah dosa besar yang perlu diperangi. Kita tidak akan bertolak ansur dengan semua amalan ini agar tidak timbul perkara yang lebih buruk.
15. Doa yang dikaitkan dengan tawasul kepada Allah menggunakan perantaraan salah satu makhlukNya adalah perkara yang melibatkan perselisihan pendapat yang bersifat cabang. Masalah ini lebih kepada masalah dalam kaedah berdoa dan bukan masalah akidah.
16. Adat sumbang yang diamalkan tidak boleh mengubah hakikat lafaz-lafaz syarak. Malah apa yang dimaksudkan oleh istilah syarak ini perlu dikenal pasti dan dilaksanakan menurut erti istilah tersebut. Di samping itu budaya mempermainkan istilah perlu dielak dalam seluruh aspek dunia dan agama. Perkara yang diambil kira bukannya nama sebaliknya apa yang dimaksudkan oleh nama tersebut.
17. Akidah adalah landasan kepada amalan. Amalan hati lebih penting daripada amalan anggota badan. Melakukan yang terbaik dalam kedua-dua amalan ini adalah tuntutan syarak walaupun wujud perbezaan pada sejauhmana ia dituntut.
18. Islam membebaskan akal dan menggalakkan manusia memerhati alam semesta. Islam mengangkat darjat ilmu dan ulama. Islam juga mengalu-alukan segala perkara yang baik dan bermanfaat.
“Hikmah adalah hak orang mukmin yang telah hilang. Oleh itu di mana sahaja dia menemuinya dia adalah orang yang paling berhak untuk memilikinya.”
19. Ada pandangan syarak yang tidak bertepatan dengan pandangan akal namun akal dan syarak tidak akan bertembung dalam soal yang pasti. Penemuan sains yang sah tidak akan bertembung dengan kaedah syarak yang tetap. Bagi perkara yang tidak dipastikan oleh akal atau oleh syarak, ia perlu disesuaikan supaya bertepatan dengan apa yang pasti. Bagi perkara yang tidak dapat dipastikan oleh syarak dan oleh akal, pandangan syarak perlu diutamakan sehingga akal dapat membuktikan kebenarannya atau sebaliknya.
20. Kita tidak mengkufurkan seorang muslim yang mengucap dua kalimah syahadah dan masih mengamalkan tuntutan dua kalimah syahadah serta menunaikan amalan fardhu -sama ada mengikut suatu pendapat atau kerana melakukan suatu maksiat-kecuali jika dia mengeluarkan ucapan kufur dan mengakuinya, atau menolak sesuatu yang menjadi asas agama atau tidak mempercayai kenyataan al-Quran yang jelas, atau mentafsir al-Quran menurut cara yang tidak bertepatan sama sekali dengan gaya bahasa Arab, atau melakukan sesuatu yang tidak boleh diandaikan kecuali sebagai kufur.

Friday, May 11, 2012

purdah part I

kenapa nak pakai purdah? kerana ianya sunnah.
Tapi purdah ni mcm xsesuai je dengan zaman sekarang. Yelah nanti nak bermuamalat kan susah. Sesetengah orang nak masuk islam pun takut tengok kamu nanti. Takut.
terdiam.
Ini pakaian isteri-isteri nabi dan kebanyakan sahabat di zaman Rasulullah. Sewaktu penyebaran Islam kan di zaman jahiliyyah. Pakaian wanita pada waktu itu lebih seksi dan bermacam-macam. Tiada masalah pula untuk mereka berpurdah?
Kerana mereka berasa Izzah dengan pakaian mereka. Izzah dengan agama mereka.
Purdah tidak sesuai dengan zaman sekarang? Apa beza zaman sekarang dengan zaman dahulu? Pemakaian masyarakat zaman sekarang sudah kembali ke zaman jahiliah. Tiada beza.
Jadi tiada masalah untuk saya berpurdah. Sama sahaja macam zaman jahiliyyah.

Thursday, May 10, 2012

memohon hajat


Mohon Hajat Kepada Allah swt Melalui Puasa dan Solat. [ sorotan nas ]

1. Memohon hajat dari Allah swt boleh dilakukan dengan terus berdoa kepada Allah swt dan boleh juga berdoa melalui tawassul [ perantaraan ]. Berbanding dengan berdoa sahaja, sudah tentu berdoa melalui tawassul lebih afdhal dengan syarat tawassul itu melalui kaedah yang disyariatkan Allah.

2. Antara bentuk tawassul yang disepakati oleh ulamak akan keharusannya ialah :

a. ] Tawassul melalui nama-nama Allah swt iaitu kita memohon hajat dengan menyebut-nyebut nama Allah swt khusus yang ada kaitan dengan hajat yang kita pohon. Firman Allah;

وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

“Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia) maka serulah (dan berdoalah) kepadaNya dengan menyebut nama-nama itu”

(Surah al-A’raf, ayat 180).

b. ] Tawassul dengan amal-amal yang soleh. Contohnya :

i. ] Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail berdoa kepada Allah selepas melaksanakan arahan Allah supaya mendirikan Kaabah; yakni mereka memanfaatkan saat-saat selepas melaksanakan perintah Allah untuk berdoa kepada Allah hajat mereka. Lihat dalam surah al-Baqarah, ayat 127-129.

ii. ] Kisah 3 orang pemuda yang terperangkap di dalam sebuah gua. Setiap mereka telah bertawassul dengan amal dan kebaikan yang pernah mereka lakukan untuk memohon pertolongan Allah sehingga akhirnya pintu gua terbuka. Kisah mereka ini diceritakan Rasulullah SAW dalam hadisnya. Lihat Riyadhus-Solihin, Bab al-Ikhlas, hadis no. 12 (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

iii. ] Para sahabat apabila mereka hendak menamatkan bacaan al-Quran, mereka akan menghimpunkan ahli keluarga untuk sama-sama berdoa sebaik tamat bacaan al-Quran kerana berdoa ketika itu adalah mustajab kerana baru selesai dari amalan. Diriwayatkan dengan sanad yang soheh dari Imam Mujahid yang berkata;

“Mereka (yakni para sahabat dan tabiin) akan berhimpun pada ketika hendak mengkhatamkan al-Quran. Menurut mereka; ketika itu rahmat akan turun”.

Ibnu Abi Daud meriwayat dengan sanad yang soheh dari Qatadah (seorang Tabiin, murid kepada sahabat Nabi Anas bin Malik r.a.) yang menceritakan;

“Anas bin Malik r.a. apabila hendak mengkhatam al-Quran, beliau akan menghimpunkan ahli keluarganya dan ia berdoa (untuk mereka)”. Berkata Imam an-Nawawi; berdoa sebaik sesudah khatam al-Quran amat-amat digalakkan.

c. ] Khusus mengenai memohon hajat [ munajat ] melalui tawassul dengan ibadah puasa dan solat, maka terdapat firman Allah swt :

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ

“Dan mohonlah pertolongan (dari Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang”

(Surah al-Baqarah, ayat 45).

3. Sabar dalam ayat di atas selain bermakna kesabaran mengikut erti yang biasa, menurut sebahagian ulamak ia juga bermaksud puasa, iaitu “Mohonlah pertolongan dari Allah dengan puasa dan solat (sembahyang)”.

4. Berkata Imam Ibnu Kathir dalam Tafsirnya; “Ada ulamak berpandangan; maksud sabar (dalam ayat di atas) ialah puasa. Pandangan ini direkodkan dari Imam Mujahid. Kerana itu bulan Ramadhan di namakan bulan kesabaran (kerana disyariatkan puasa di dalamnya) dan terdapat sabda Rasulullah SAW yang menegaskan;

الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ

“Puasa adalah separuh kesabaran”

(Hadis riwayat Imam Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA dan Imam at-Tirmizi dari seorang sahabat dari Bani Sulaim RA. Berkata Imam at-Tirmizi; hadis ini hasan. Menurut Imam as-Suyuti; hadis ini soheh. Lihat; al-Jami’ as-Saghier, hadis no. 3404, 4635 dan 5200).

5. Para ulamak telah mempraktik gabungan puasa dan solat ini semasa menjalankan solat Istisqa’ (Sembahyang minta hujan). Syeikh Dr Wahbah az-Zuhaili menjelaskan dalam kitabnya al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu; “Imam (Pemerintah Islam) disunatkan menyuruh orang ramai supaya berpuasa 3 hari sebelum solat Istisqa’. Pada hari terakhir puasa (yakni hari ke 3), mereka keluar untuk mengerjakan solat Istisqa’, atau mereka keluar pada hari keempat dalam keadaan berpuasa. Ini kerana puasa adalah wasilah untuk turunnya pertolongan Allah kerana Rasulullah SAW bersabda;

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga manusia yang tidak akan ditolak doa mereka (oleh Allah);

a) Orang yang berpuasa hinggalah ia berbuka
b) Imam (pemimpin) yang adil
c) Doa orang yang dizalimi”.

(Riwayat Imam Tirmizi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah r.a.. Menurut at-Tirmizi; hadis ini hasan. al-Azkar, Imam an-Nawawi; hadis no.; 479).

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

“Sesungguhnya bagi orang berpuasa -ketika berbukanya- doa yang tidak akan ditolak”

(Hadis riwayat Imam Ibnu Majah dari Abdullah bin ‘Amru bin al-‘As r.a.. al-Azkar, Imam an-Nawawi; hadis no.; 484).

6. Menurut mazhab Syafiie Rahimahullah, Adalah dituntut ke atas orang ramai untuk mematuhi arahan Imam/Pemerintah (supaya berpuasa itu). Namun mazhab Hanbali berkata; Orang ramai tidaklah dituntut supaya berpuasa atas arahan imam itu (yakni mereka hanya digalakkan sahaja mematuhi arahan Imam supaya berpuasa itu)”.

7. Untuk melaksanakan puasa tiga hari berturut-turut, antara kaifiyatnya ialah berpuasa pada hari “Sabtu, Ahad dan Isnin” atau “Selasa, Rabu dan Khamis”. Ini sebagai mengambil amalan Rasulullah SAW sebagaimana diceritakan oleh Saidatina ‘Aisyah RA;

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ مِنْ الشَّهْرِ السَّبْتَ وَالْأَحَدَ وَالِاثْنَيْنِ وَمِنْ الشَّهْرِ الْآخَرِ الثُّلَاثَاءَ وَالْأَرْبِعَاءَ وَالْخَمِيسَ

“Nabi SAW berpuasa pada suatu bulan; ‘hari Sabtu, Ahad dan Isnin’ dan pada bulan yang lain; ‘Selasa, Rabu dan Khamis’”

(Hadis riwayat Imam at-Tirmizi. Menurut beliau; hadis ini hasan).

8. Adapun arahan DPPM supaya berpuasa hari Khamis, Jumaat dan Sabtu juga tidak bertentangan dengan syara'.

a. ] Puasa Hari Khamis : sabda Rasulullah saw

ما رواه الترمذي [ ٧٤٥ ] عن عائشة رضي الله عنها قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يتحرى صوم الاثنين و الخميس

Dari Aisyah Rha telah berkata : Adalah Rasulullah saw senantiasa berpuasa pada hari Isnin dan Khamis.

b. ] Puasa Hari Jumaat dan Sabtu .

لأن الرسول - صلى الله عليه وسلم - نهى أن يصام الجمعة، قال: (إلا أن تصوم يوما قبله أو يوما بعده). ولما صامت إحدى زوجاته - صلى الله عليه وسلم - يوم الجمعة قال: هل صمت أمس؟ قالت: لا، قال: هل تصومين غدا؟ قالت: لا قال: أفطري)

Sesungguhnya Rasulullah saw menegah berpuasa tunggal pada hari Jumaat. Sabdanya : Kecuali bahawa engkau berpuasa sehari sebelumnya [ khamis ] atau sehari selepasnya. Tatkala telah berpuasalah salah seorang dari isteri Baginda saw pada hari Jumaat. Rasulullah saw telah bersabda : Adakah engkau telah berpuasa semalam [ khamis ] Jawab Isteri Baginda saw : Tidak . Sabda Rasulullah saw : Adakah engkau akan berpuasa esok [ sabtu ] Isterinya menjawab : Tidak . Lalu Rasulullah saw bersabda : berbuka lah !

Rujuk Hukum dan Fatwa :
الشيخ العلامة محمد بن صالح بن محمد العثيمين

Ertinya, puasa yang terhenti pada hari Jumaat semata - mata adalah ditegah oleh Rasulullah saw sebagai tegahan makruh. Adapun puasa yang kembarkan seperti Khamis dan Jumaat atau Jumaat dan Sabtu maka ia diharuskan.

c. ] Puasa Hari Sabtu dan Ahad : Sabda Rasulullah saw :

روى أحمد ( ٦/٣٢٤ ) أنه صلى الله عليه وسلم كان يصوم يوم السبت و يوم الأحد أكثر مما يصوم من الأيام يقول : إنهما يوما عيد المشركين فأنا أحب أن أخالفهم

Rasulullah saw lebih banyak berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad dibandingkan dengan hari - hari yang lain. Baginda saw bersabda : Sesungguhnya kedua - dua hari ini adalah hari raya bagi orang musyrikin dan aku suka untuk menyalahi [perbuatan] mereka.

Riwayat Imam Ahmad

9. Bertawassul dengan solat pula merupakan amalan Rasulullah SAW yang tidak asing lagi. Diriwayatkan dari Huzaifah RA menceritakan;

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى

“Nabi SAW apabila berlaku kepadanya suatu urusan yang getir, baginda akan mengerjakan solat”

(Hadis riwayat Imam Abu Daud dengan sanad yang hasan).

10. Usman bin Hunaif r.a. menceritakan, Seorang lelaki buta telah datang kepada Rasulullah s.a.w., lalu berkata; ‘Ya Rasulullah, kebutaanku ini telah menyulitkanku. Berdoalah kepada Allah supaya ia menyembuhkanku’. Nabi menjawab; “Jika engkau mahu, aku akan doakanmu. Jika kamu mahu, bersabarlah dan itu yang lebih baik bagimu”. Lelaki itu menjawab; “Doakanlah”. Lalu Nabi berkata kepadanya; “Pergilah kamu mengambil wudhuk dengan elok, kemudian tunaikanlah solat dua rakaat dan berdoalah seperti berikut;

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، يَا مُحَمَّدُ إِنِّي قَدْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى اللَّهُمَّ شَفِّعْهُ فِيَّ

“Ya Allah, aku bermohon kepadaMu dan aku bertawajjuh kepadaMu dengan syafaat Nabi Muhammad, Nabi yang membawa rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku telah bertawajjuh kepada Tuhanku dengan syafaatmu untuk hajat ku ini supaya ia dikabulkan. Ya Allah, terimalah Syafaatnya untukku”.

Kemudian lelaki itupun pulang dan Allah telah menyembuhkan penglihatannya

(Hadis riwayat Imam at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, al-Hakim dan at-Thabrani. Menurut at-Tirmizi; hadis hasan soheh gharib. Lihat; al-Muntaqa, hadis no. 354. Al-Azkar, hadis no. 470).

Wallahu a’lam.

Nasrudin bin Hassan
Ketua Dewan Pemuda PAS Malaysia

Image Detail

Wednesday, May 9, 2012

exam fever~


di mesir subuh waktu summer sekarang adalah pukul 3 pagi.. jadi saya akan tidur seawal jam 9 malam dan bangun pada jam 2 pagi.. supaya dapat bersiap2 untuk subuh dan sewaktu dengannya..

dulu-dulu kalau terlepas solat sunat tidak mengapa. tapi sekarang sy faham, rugilah xsolat sunat. kalau tiba2 sy mati selepas itu, tentu sy akan minta Allah hidupkan sy semula walaupun sekejap utk tunaikan yg sunat itu. ah ruginya manusia mcm ini.. dan sy xnak jadi org yg rugi.
jadi lepas solat subuh, sy boleh study. masa lepas subuh mesti dimanfaatkan sebaiknya. sebab baru je bangun tidur. neurotransmitter pon masih banyak belum digunakan. waktu paling optimum utk study. study sejam, berhenti sekejap, selesaikan kerja2 sampingan sebagai waktu rest minda, sambung study semula. bergilir2.
kelas mula pukul 11 pagi. jadi sebelum kelas, sy akan tidur sekejap dalam setengah jam kemudian baru ke kelas. ye sy mahu restore semula neurotransmitter yg haus selepas sy gunakan pagi itu. *haa banyak lah sgt study tu.. =.='
lepas pulang kelas, mungkin sudah petang, masa ini digunakan untuk hal2 keduniaan tetapi masih dalam bentuk ibadah. cthnya macam melawat adik2 junior atau masak dan lain2.
lepas solat isyak mungkin boleh study sikit dan sambung tidur. inilah rotation hidup orang yg mahu exam sekarang.
banyak lagi belum cover. tapi bukan salah siapa2. salah sendiri.
doakan saya :)

Saturday, May 5, 2012

wanita biasa

Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak..Terima kasih kerana telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kamu pilih.. Padahal kamu begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.Kerananya ku ingin kamu tahu, aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan. Maka ketahuilah..

Kepadamu yang akan memilihku kelak..

Aku tak sebijak Siti khadijah, kerananya ku ingin kamu tahu, aku akan saja berbuat salah dan begitu menyedihkan. Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, kerana bagiku kamulah pemimpinku, tak akan berani ku membangkang padamu..

Duhai kau yang telah memilihku kelak.. Ingatlah, tak selamanya aku akn cantik di matamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan hodoh. Mungkin kerana aku begitu sibuk di dapur, menyiapkan makan untuk kamu dan anak-anak kita nanti –Insya’Allah-. Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap. Atau kerana seharian ku harus meguruskan istana kecil kita, agar kamu dan anak kita dapat tinggal dengan nyaman dan damai. Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.. Ataukah kamu akan menemukanku tersengguk-sengguk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan kerana aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga anak kecil kita yang sedangsakit, dan ku tau kamu letih mencari rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu.. Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyum padaku, kerana kau adalah kekuatanku..
Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak..

Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis , bukan kerana ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga perlu tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku perlukan hanya pelukan dan belaianmu.. Kerana bagiku kau adalah titisan embun yang mampu memadamkan segala resahku..

Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan memukul penuh kasih sayang si kecil kerana lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya. Sungguh bukan kerana ku ingin menyakitinya, tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya. Maka jangan memarahiku kerana telah menyakiti buah hati kita, tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku, kerana dengan itu ku tau kamu selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian, dan kamu akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada anak kita, dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya, dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..

Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak..

Ketahuilah, aku tak secerdas Aisyah.. Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-Nya, walau kadang aku begitu bebal dan bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku.. Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih.. Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah.. Bimbing tanganku ke JannahNya, agar kamu dan aku tetap bersatu di dalamnya.

Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..

Seiring berjalannya waktu, kamu akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dan memutih. Kulitku yang bersih akan mulai kereput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar.. Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu.. Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu.. Maka jangan pernah berpaling dariku.. Karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian bertambah, iaitu rasa cintaku padamu..

Ketahuilah.. Tiap harinya, tiap jam, minit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu..Maka, cintailah aku, dengan apa adanya aku.. Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna.. Maafkan aku kerana aku bukan puteri.. Aku hanya wanita biasa..

Friday, May 4, 2012

semalam..

setelah sekian lama jiwaku tersimpul dengan ikatan dunia
bagaimana untuk diriku melepaskan ikatan ini

aku cube meleraikannya sedikit demi sedikit
namun aku lemah lalu aku menjadi lelah

dunia datang kembali kepadaku
lalu ikatan itu menjadi kukuh semula

betapa sukarnya memisahkan jiwa dari dunia
tanpa kekuatan dariMu ya Rabb
sungguh aku tidak mampu

lepaskan ikatan derita ini
agar dapat jiwaku bersatu dengan cintaMu

dengan cintaMu , jiwaku akan kembali hidup
hidup untuk menjalani lembah yang mati..
-copied-

Thursday, May 3, 2012

10 Wasiat Imam As-Syahid Hassan Al-Banna


10 Pesanan untuk jadi individu dan umat yang hebat lagi berjaya :

(1) قم إلى الصلاة متى سمعت النداء مهما كانت الظروف.

1. Apabila mendengar azan maka bangunlah sembahyang serta-merta walau bagaimana keadaan sekalipun.

(2) أتل القران أو طالع أو استمع أو ذكر الله ولا تصرف جزءا من وقتك في غير فائدة.

2. Bacalah al-Quran, tatapilah buku-buku ilmu, pergilah ke majlis- majlis ilmu, dan amalkanlah zikrullah dan janganlah membuang masa dalam perkara yang tiada memberi faedah.

(3) اجتهد أن تتكلم بالعربية الفصحى فإن ذلك من شعائر الإسلام.

3. Berusahalah untuk bertutur dalam bahasa Arab kerana bahasa Arab yang betul itu adalah satu-satunya syiar Islam.

(4) لا تكثر الجدل في أي شان من الشؤون أيا كانت فإن المراء لا يأتي بخير.

4. Janganlah bertengkar dalam apa-apa perkara, sekalipun kerana pertengkaran yang kosong tiada memberi apa-apa jua kebaikan.

(5) لا تكثر الضحك فإن القلب الموصول بالله ساكن ووقور.

5. Janganlah banyak ketawa kerana hati yang sentiasa berhubung dengan Allah itu sentiasa tenang lagi tenteram.

(6) لا تمزح فإن الأمة المجاهدة لا تعرف إلا الجد.

6. Janganlah banyak bergurau kerana umat yang sedang berjuang itu tidak mengerti melainkan bersungguh-sungguh dalam setiap perkara.

(7) لاترفع صوتك أكثر مما يحتاج إلية السامع فإنه رعونة وإيذاء.

7. Janganlah bercakap lebih nyaring daripada kadar yang dikehendaki oleh pendengar kerana percakapan yang nyaring itu adalah suatu rasmi yang sia-sia malah menyakiti hati orang.

(8) تجنب عيبه الأشخاص وتجريح الهيئات ولا تتكلم إلا بالخير.

8. Jauhilah daripada mengumpat-umpat peribadi orang, mengecam pertubuhan-pertubuhan, dan janganlah bercakap melainkan apa- apa yang memberi kebajikan.

(9) تعرف إلى من تلقاه من أخوانك وان لم يطلب إليك ذلك. فأن أساس دعوتنا الحب والتعارف.

9. Berkenal-kenalanlah dengan setiap Muslimin yang ditemui kerana asas gerakan dakwah kita ialah berkenal-kenalan dan berkasih-sayang.

(10) الواجبات أكثر من الأوقات فعاون غيرك على الانتفاع بوقته.وإن كان لك مهمة فأوجز في قضائها

10. Kewajipan-kewajipan kita lebih banyak daripada masa yang ada pada kita, oleh itu gunakanlah masa dengan sebaik-baiknya dan ringkaskanlah perlaksanaannya.